PT DMCG Gelar Rapat Koordinasi UKL-UPL Eksplorasi Panas Bumi Cisolok-Cisukarame

News10 Dilihat

Sinarberita.Online. Kabupaten Sukabumi, PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) menggelar rapat koordinasi pembahasan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) terkait rencana kegiatan eksplorasi panas bumi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Cisolok-Cisukarame, Kabupaten Sukabumi, pada 14 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Angklung, Samudra Beach Hotel (SBH), tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan dokumen lingkungan sebelum rencana kegiatan eksplorasi dilaksanakan. Rapat ini melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat kewilayahan, instansi teknis, pemerintah desa, hingga perwakilan organisasi masyarakat.

Sejumlah pihak yang hadir di antaranya perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cikakak, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, serta para kepala desa yang berada di zona ring satu lokasi rencana eksplorasi. Hadir pula perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan paguyuban setempat.

Pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari pembahasan yang diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai rencana kegiatan eksplorasi, aspek pengelolaan lingkungan, serta langkah-langkah pemantauan yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan dilaksanakan.

UKL-UPL Menjadi Tahapan Penting Sebelum Eksplorasi

Manager sekaligus Wakil Kepala Teknik Panas Bumi PT DMCG, Agung, menjelaskan bahwa penyusunan dan pemeriksaan dokumen UKL-UPL merupakan tahapan penting yang harus dipenuhi sebelum aktivitas eksplorasi panas bumi dimulai.

Menurut Agung, dokumen UKL-UPL disusun untuk menguraikan berbagai upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan. Aspek yang dibahas mencakup pengawasan lingkungan, pengelolaan dampak kegiatan, hingga penanganan limbah yang berpotensi dihasilkan selama aktivitas berlangsung.

Ia menyebutkan, pengelolaan limbah menjadi salah satu aspek yang telah dimasukkan dalam dokumen tersebut, baik limbah domestik maupun limbah yang berkaitan dengan kegiatan operasional.

“Semua tahapan sudah dimasukkan dalam dokumen UKL-UPL, sehingga pelaksanaannya nanti akan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Agung dalam keterangannya.

Melalui dokumen tersebut, perusahaan menempatkan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagai bagian dari persiapan kegiatan eksplorasi. Pembahasan ini juga menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa aspek-aspek lingkungan yang berkaitan dengan rencana kegiatan telah diuraikan dalam dokumen yang diajukan.

Konsultan Paparkan Kelengkapan Dokumen kepada DLH Jawa Barat

Dalam rapat koordinasi tersebut, pihak konsultan Merpati turut memaparkan kelengkapan dokumen UKL-UPL kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat melalui pertemuan daring atau Zoom Meeting.

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari proses pembahasan dokumen lingkungan yang melibatkan instansi berwenang. Kelengkapan dokumen menjadi salah satu hal yang diperhatikan agar rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan dapat ditelaah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Agung menjelaskan bahwa kewenangan penerbitan perizinan terkait proses tersebut berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, rapat koordinasi tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi kepada para pemangku kepentingan, tetapi juga menjadi bagian dari pembahasan untuk memastikan aspek lingkungan dalam rencana eksplorasi telah tercakup sesuai standar yang dipersyaratkan.

Tahapan ini penting karena kegiatan eksplorasi panas bumi memerlukan persiapan teknis dan administratif, termasuk pemenuhan ketentuan lingkungan yang berlaku. Dokumen UKL-UPL menjadi salah satu instrumen untuk menjabarkan langkah pengelolaan serta pemantauan terhadap potensi dampak lingkungan dari rencana kegiatan.

Meski demikian, pembahasan dan pemaparan dokumen perlu dibedakan dari keputusan akhir perizinan. Status persetujuan atau penerbitan perizinan baru dapat dipastikan berdasarkan keputusan resmi instansi yang berwenang.

Libatkan Pemerintah dan Masyarakat di Sekitar Lokasi

Kehadiran perwakilan pemerintah, aparat kewilayahan, kepala desa di zona ring satu, serta unsur ormas, LSM, dan paguyuban setempat menunjukkan bahwa pembahasan rencana eksplorasi turut melibatkan berbagai pihak yang berkaitan dengan wilayah kegiatan.

Keterlibatan pemangku kepentingan tersebut menjadi penting dalam penyampaian informasi mengenai rencana kegiatan, terutama terkait pengelolaan lingkungan dan pemantauan selama pelaksanaan eksplorasi nantinya.

Pemerintah desa dan unsur masyarakat di sekitar lokasi merupakan pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi wilayah. Karena itu, komunikasi dan penyampaian informasi mengenai rencana kegiatan menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses persiapan eksplorasi.

Dalam konteks pengelolaan lingkungan, pemantauan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga dengan pelaksanaan langkah-langkah yang telah direncanakan. Konsistensi antara dokumen dan pelaksanaan di lapangan menjadi hal penting agar upaya pengelolaan lingkungan dapat dijalankan sesuai ketentuan.

 

DMCG Catat Dukungan terhadap Rencana Eksplorasi

Terkait respons terhadap rencana kegiatan eksplorasi panas bumi di WKP Cisolok-Cisukarame, Agung menyampaikan bahwa pihak perusahaan mencatat adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar untuk kelancaran proses eksplorasi ke depan.

Dukungan tersebut, menurut pihak perusahaan, menjadi salah satu hal yang dicatat dalam rangkaian koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Namun, kelancaran pelaksanaan kegiatan tetap perlu disertai pemenuhan persyaratan lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan sesuai dokumen yang nantinya menjadi acuan resmi.

Dengan demikian, koordinasi yang melibatkan instansi pemerintah dan unsur masyarakat diharapkan dapat membantu memperjelas tahapan persiapan eksplorasi, khususnya mengenai dokumen lingkungan dan aspek-aspek yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan dimulai.

Pengelolaan Lingkungan Menjadi Perhatian dalam Tahapan Eksplorasi

Rapat koordinasi pembahasan UKL-UPL yang dilaksanakan PT DMCG ini menjadi bagian dari proses persiapan rencana eksplorasi panas bumi di wilayah Cisolok-Cisukarame, Kabupaten Sukabumi.

Pembahasan dokumen lingkungan memiliki peran penting untuk memastikan rencana pengelolaan dan pemantauan telah disusun secara terukur, termasuk penanganan limbah domestik dan operasional serta pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Ke depan, tahapan yang berkaitan dengan pemeriksaan dokumen dan proses perizinan akan mengikuti mekanisme serta ketentuan yang ditetapkan oleh instansi berwenang. Pelaksanaan eksplorasi juga perlu mengacu pada persyaratan dan ketentuan lingkungan yang berlaku.

Melalui koordinasi yang melibatkan pemerintah, instansi teknis, pemerintah desa, dan unsur masyarakat, PT DMCG menyampaikan harapan agar proses persiapan eksplorasi panas bumi di WKP Cisolok-Cisukarame dapat berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan, dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

 

Jurnalis. Ojan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *