Musdes Jayanti Bahas LPJ BUMDes dan Penyertaan Modal TA 2025, Kades Ungkap Pengelolaan Usaha di Dalam dan Luar Administrasi

Desa21 Dilihat
banner 468x60

Musdes Jayanti Bahas LPJ BUMDes dan Penyertaan Modal TA 2025, Kades Ungkap Pengelolaan Usaha di Dalam dan Luar Administrasi

SUKABUMI — Pemerintah Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada Jumat (25/9/2026), bertempat di Aula Desa Jayanti.

banner 336x280

Dalam kegiatan tersebut, salah satu agenda yang dibahas adalah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Raya Mandiri Jayanti terkait pengelolaan penyertaan modal Pemerintah Desa Jayanti pada Tahun Anggaran (TA) 2025.

Kepala Desa Jayanti, Nandang, S.Ag., menjelaskan bahwa penyertaan modal yang secara resmi tercatat dalam administrasi BUMDes Tirta Raya Mandiri pada TA 2025 dialokasikan untuk bidang pertanian dan peternakan.

“Ya, pada hari ini Pemdes Jayanti menggelar dua kegiatan, yaitu Musdes dan Musrenbangdes. Untuk Musdes membahas tentang Laporan Pertanggungjawaban BUMDes terkait penyertaan modal dari Pemdes Jayanti di Tahun Anggaran 2025, yaitu ke bidang pertanian dan peternakan. Dan ini yang resmi tercatat di administrasinya,” jelas Nandang.

Menurutnya, selain usaha yang tercatat dalam administrasi penyertaan modal tersebut, terdapat pula sejumlah kegiatan usaha yang masih berada dalam lingkup usaha BUMDes, namun pengelolaannya berada di luar pencatatan administrasi penyertaan modal TA 2025.

Nandang menyebutkan, di antaranya adalah kerja sama pengelolaan sektor wisata dengan Batu Bintang serta pengelolaan Sodas.

“Sedangkan di luar dari administrasi itu, ada yang tidak tercatat dan masih usaha BUMDes juga, yaitu kerja sama pengelolaan wisata dengan Batu Bintang dan pengelolaan Sodas,” sambungnya.

Penyertaan Modal Non-Ketahanan Pangan

Dalam pemaparannya, Nandang juga menjelaskan mengenai penyertaan modal yang tidak berkaitan dengan program ketahanan pangan.

Menurutnya, anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan sejumlah perlengkapan dan logistik yang dapat menunjang berbagai kegiatan di desa, di antaranya berupa panggung, papayon, dan kursi.

Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari transparansi pemerintah desa dalam memberikan gambaran mengenai pengelolaan anggaran dan kegiatan yang dilaksanakan melalui BUMDes maupun pemerintah desa.

Musrenbangdes di Tengah Keterbatasan Anggaran

Selain membahas LPJ BUMDes, kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan Musrenbangdes yang menjadi forum untuk menyerap serta membahas aspirasi dan kebutuhan pembangunan masyarakat Desa Jayanti.

Nandang mengakui bahwa kondisi anggaran saat ini menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan seluruh usulan masyarakat. Meski demikian, pemerintah desa tetap berupaya mengakomodasi kebutuhan masyarakat melalui skala prioritas pembangunan.

“Untuk Musrenbang, walaupun keterbatasan anggaran dan semua orang juga tahu hampir 70 persen pemangkasan, tapi kita tetap berusaha bagaimana caranya kita berusaha dan mendapatkan apa yang menjadi harapan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu hasil yang telah diperoleh untuk mendukung pembangunan di Desa Jayanti adalah adanya rencana pembangunan pada dua titik pada tahun 2027 mendatang.

“Alhamdulillah, di tahun 2027 nanti kita mendapatkan dua titik. Satu titik dari Pemda Sukabumi dan satu titik lagi dari Kementerian Perikanan,” jelasnya.

Adanya dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam merealisasikan sejumlah kebutuhan pembangunan yang menjadi aspirasi masyarakat.

Berharap Program yang Direncanakan Dapat Direalisasikan

Di akhir keterangannya, Kepala Desa Jayanti berharap seluruh program yang telah direncanakan melalui Musdes maupun Musrenbangdes dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran dan ketentuan yang berlaku.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan serta partisipasi masyarakat dalam mengawal berbagai program pembangunan desa, termasuk pengelolaan BUMDes.

Musdes dan Musrenbangdes tersebut menjadi bagian dari proses perencanaan dan evaluasi pembangunan di Desa Jayanti, sekaligus menjadi forum bagi pemerintah desa bersama masyarakat untuk membahas pengelolaan usaha desa, pertanggungjawaban anggaran, serta rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.

 

Jurnalis. Ojan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *