Instruksi Ketua Umum TB Hasanuddin, BAPEKSI Kabupaten Sukabumi Gelar Pelatihan Batik Tradisional Metode Ciwitan untuk Dorong Kemandirian Ekonomi

News20 Dilihat

SinarBerita.Online.Kabupaten Sukabumi, Dalam rangka mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) BAPEKSI Kabupaten Sukabumi menggelar pelatihan pembuatan batik tradisional dengan metode Ciwitan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (17/10/2026).

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi kreatif sebagaimana arahan Ketua Umum BAPEKSI, Doktor Mayor Jenderal TNI (Purn.) TB. Hasanuddin, yang menekankan pentingnya membekali kader dengan keterampilan produktif agar mampu mandiri dan berdaya secara ekonomi.

Pelatihan ini sdh berjalan di 14 kota/kab dan rencana hingga 27 kota/kab di Jawa barat”

Melalui pelatihan tersebut, BAPEKSI berupaya membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi di bidang kerajinan batik tradisional. Selain memperoleh keterampilan membatik, peserta diharapkan dapat mengembangkan hasil karya menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan berpeluang dipasarkan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti masyarakat dari wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan mempraktikkan teknik membatik dengan metode Ciwitan, yang menjadi materi utama dalam pelatihan tersebut.

Kang Abor: BAPEKSI Siap Dorong Pemasaran Hasil Karya Batik

Ketua DPC BAPEKSI Kabupaten Sukabumi, Kang Abor, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Menurutnya, pelatihan membatik tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknik pembuatan kain batik, tetapi juga diarahkan untuk membuka kesempatan usaha bagi peserta melalui pengembangan dan pemasaran hasil karya mereka.

“Saat ini BAPEKSI mengadakan pelatihan membatik dengan metode Ciwitan, dan DPC BAPEKSI Kabupaten Sukabumi siap untuk memasarkan hasil kreasi batik tersebut,” ujar Kang Abor.

Ia menegaskan, kesiapan dalam membantu pemasaran menjadi salah satu bagian penting dari upaya mendorong keberlanjutan program. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekonomi kreatif di tingkat lokal, khususnya melalui kerajinan batik tradisional yang dapat dikembangkan sesuai kreativitas dan potensi daerah.

DPD BAPEKSI Jawa Barat Apresiasi Pelaksanaan Pelatihan

Sementara itu, Sekretaris DPD BAPEKSI Jawa Barat, Mulya, hadir mewakili Ketua DPD BAPEKSI Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua DPD karena harus menghadiri agenda serupa di daerah lain.

“Saya mewakili Ketua DPD BAPEKSI Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir pada saat ini karena ada kegiatan yang sama di daerah lain,” tutur Mulya.

Mulya juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPC BAPEKSI Kabupaten Sukabumi yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan pelatihan batik dengan metode Ciwitan tersebut.

Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang agar produk kerajinan yang dihasilkan dapat dipasarkan dan memiliki nilai jual.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPC BAPEKSI Kabupaten Sukabumi yang sudah menyelenggarakan pelatihan batik Ciwitan ini. Dan yang lebih menarik, nanti hasil batik dari karya pembatik BAPEKSI DPC Kabupaten Sukabumi telah siap memasarkannya,” tambahnya.

Dukungan terhadap pemasaran hasil karya peserta diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para pembatik untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kualitas produk, serta mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan motif dan karya batik yang memiliki daya tarik bagi konsumen.

Peserta Antusias Mengikuti Praktik Membatik

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan yang dipandu oleh mentor Ibu Ika dan Ibu Nur dari DPD BAPEKSI Jawa Barat.

 

Dalam sesi tersebut, para peserta mengikuti arahan mentor dan mempraktikkan proses membatik menggunakan metode Ciwitan. Suasana pelatihan berlangsung dengan serius dan penuh antusiasme. Peserta mengikuti setiap tahapan yang disampaikan untuk memahami teknik membatik secara langsung.

Pendampingan oleh mentor menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran agar peserta dapat mengenal teknik yang diperkenalkan sekaligus mengembangkan keterampilan melalui praktik.

Melalui proses tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal awal untuk menghasilkan karya batik yang lebih baik. Keterampilan yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha mandiri, baik secara perorangan maupun melalui kelompok usaha bersama.

Pembinaan Berkelanjutan untuk Menciptakan Produk Bernilai Jual

Pihak BAPEKSI menegaskan bahwa pelatihan ini bukan merupakan kegiatan awal sekaligus akhir dari proses pembinaan. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendampingi peserta dan masyarakat dalam mengembangkan keterampilan membatik.

Tim batik BAPEKSI berencana terus melakukan pembinaan agar para peserta dapat meningkatkan kemampuan, memperbaiki kualitas hasil produksi, serta menghasilkan batik yang memiliki nilai jual.

Pendampingan yang berkesinambungan dinilai penting agar keterampilan yang telah diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dan dikembangkan menjadi aktivitas produktif. Selain aspek keterampilan, kesiapan pemasaran juga menjadi perhatian agar hasil karya peserta memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.

Dengan adanya pelatihan dan pembinaan tersebut, BAPEKSI

Kabupaten Sukabumi berharap masyarakat dapat memanfaatkan keterampilan membatik sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan keluarga serta memperluas peluang usaha di sektor ekonomi kreatif.

Pelatihan batik tradisional dengan metode Ciwitan ini sekaligus menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia, peningkatan keterampilan, dan dukungan terhadap pemasaran produk merupakan unsur yang saling berkaitan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Sejalan dengan arahan Ketua Umum BAPEKSI, Doktor Mayjen TNI (Purn.) TB. Hasanuddin, kegiatan ini diarahkan agar kader dan masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan produktif yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan.

Ke depan, BAPEKSI Kabupaten Sukabumi berharap pembinaan batik Ciwitan dapat terus berkembang dan melahirkan produk-produk kreatif yang berkualitas, memiliki daya saing, serta memberikan manfaat ekonomi nyata bagi para peserta dan masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

 

Jurnalis. Ojan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *